Tulisan ini saya ambil dari NOTE kak Anna Desy-Leader di Oriflame
Note ini hanya di baca oleh mereka yang MAU dan
SERIUS mengubah nasibnya menjadi lebih baik dalam segi financial dan
waktu ;) silahkan di baca dan segera rubah hidup anda ;)
7 KESALAHAN DALAM MEMULAI BISNIS MLM
Multi Level Marketing (MLM), frase ini sering terdengar. Yang
orang-orang di dalamnya menyebutnya sebagai kendaraan cepat menuju
kesuksesan (baca:kesuksesan finansial). Tapi mengapa tidak sedikit dari
mereka yang lelah gonta-ganti MLM tanpa pernah mencapai hasil yang
optimal.Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal
dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatukesalahan atau bad
judgement. Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila
Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya (Anthony Robbins)
Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses
di dunia MLM, dimana seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian
dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi
'super star' dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan
hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda di depan
cermin melihat 'seorang' yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan
status keuangan 'orang tersebut' tidak lebih baik dari sewaktu pertama
memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri. Kini Anda
bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses Yang
dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.
Kenyataannya adalah sederhana:
kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Kalau
Anda pelaku MLM dan belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda
telah melakukan 1 atau semuanya 7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM
Anda.OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi
kesalahan-kesalahan tersebut:
1. Anda menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras.
Apakah
MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah
cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak
dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat
bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah
mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal
tersebut sama sekali tidak benar. Para distributor sukses MLM yang telah
menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda
harus bekerja keras dan cerdas dengan sistem yang ada dan penghasilan
Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.
Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan mengatakan:
Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat,
tapi juga darah dan air-mata? Katanya menggambarkan penderitaan yang
bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. Sukses saya memang adalah suatu
berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya
merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya. Jadi
Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus
Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan
konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi
Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab
perusahaan MLM sudah menyediakan semua system:
manajemen, produk, system bonus, dan training.
Meskipun ada sistem spillover
dimana Anda bisa mendapat downline gratis, tapi itu bukanlah
satu-satunya yang menjamin kesuksesan Anda. Sistem spillover
hanya mempermudah namun tidak menjamin. Kerja keraslah yang menjamin
Anda sukses.
2. Anda tidak memiliki target yang jelas! Kenapa Anda bergabung dengan
perusahaan MLM?
Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan? Jawaban UMUM dari
3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
• Ingin dapat uang
• Bonus yang besar
• Sebanyak-banyaknya.
Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa
kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah
suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses
dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus
yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst.
Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warna merah? Mengajak keluarga berwisata?
Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas?
Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. Bagaimana kalau
tidak tercapai? Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang
tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka
telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan.
Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan
suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda
terganggu?
Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba
meninggalkan Anda? Herman, seorang distributor MLM yang bekerja sebagai
pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua
temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan
baru. Bahkan dia memberikan deskripsiyang jelas tentang warna,
jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan
'komitmen' tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu
akhirnya Sonny barusan mendapatkan 'komitmennya' 3 bulan lewat 10 hari.
Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?
olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: Memang saya terlambat
hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya
mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis
ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak
terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita
jumpai setiap pagi. Kami yakin
Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda
adalah Herman. Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki
suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda.
Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams).
Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus
atau apa yang harus Anda miliki untuk sekarang menjadi 'happy'? Dengan
kata lain, begitu
Anda memulai bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda
hasilkan dari bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?
3. Anda tidak memiliki dana operasional yang memadai
Meski bisnis hanya alih belanja
namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk
membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan
dll. Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk
memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya.
Untuk memulai berjualan bakso saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar
Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan
berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?
Koreksi:
Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal
kosong. Paling tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk
menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau
ambil untung dari berjualan produk. Jangan sampai Anda menghabiskan
tabungan Anda untuk mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan
suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.
4. Anda tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru
Walaupun banyak cara untuk
mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya
kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya
sendiri. Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak
orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama
mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula.
Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang
telah mencapai tingkat kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian
tanyalah bagaimana 'resep' dan strategi mereka hingga mencapai sukses.
5. Anda terjebak dalam Management Trap
Sebetulnya ada 2 macam management trap yang bisa menjadi
penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah
tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami
betapa sulit mensponsori seorang distributor ke Bisnis MLM Anda. Itu
sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir
kehilangan mereka.
Segala cara apapun Anda lakukan untuk 'memberikan
servis' agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM
Anda , mulai darimemberikan biaya operasional, downline, dll. Kita
sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru
dan memberikannya kepada distributor yang 'malas, diorganisasi kita
dengan harapan mereka akan 'termotivasi' untuk menjadi aktif.
Berapa kali atau berapa persentase keberhasilannya? Paling banyak 1 atau
2 %.
Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar.
Sering seorang Distributor memohon 'beri saya downline dong, biar
semangat.' Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada
anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor
merengek 'upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi
untuk bekerja.' Ingat, tugas upline atau sponsor
memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan
memberi downline, brosur uang pendaftaran, dll. Seorang distributor
sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah
mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor
sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan:
mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak
menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut.
"Saya lebih berkonsentrasi
membina organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian
saya". Ungkap seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp.
1 Milyar per bulan.
"Saya jarang ngobrol dengan
upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya
tidak keberatan. Siapa yang keberatan punya downline dengan
bonus bulanan Rp. 1 Milyar????"
Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk
memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan
pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: Jangan mengirim
anak ayam ke sekolah rajawali. Artinya semua orang memang mengatakan
ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau
bekerja sesuai dengan komitmennya.
Koreksi:
Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus
menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new
life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5
individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya.
Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri
dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang
telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda:
diskusi, presentasi dan bila perlu beramh-tamah untuk mempererat
hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap
para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada
seluruh organisasi Anda.
6. Anda tidak mempunyai komitmen.
Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya
mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food
supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang
berbeda. Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa
pasarnya yang berbeda. Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal
di bisnis ini? Bisnis MLM adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan
menduplikasikan etika dan cara kerja Anda kepada organisasi Anda - hal
yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan,bila Anda mengerjakan MLM A
dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM
C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka
akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai dengan
sistem.
'Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah
besar?. Begitu kira-kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita
berpikir:'Bonus teman saya besar karena selama ini komit hanya ke satu
perusahaan?'
Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah
dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang
mengerjakan lebih dari 1 perusahaan. Selain komitmen terhadap satu
bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap target Anda sendiri.
Istilahnya: It's now or never!
Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen
sebetulnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang
kita merasa frustrasi dengan perkembangan bisnis kita, tapi selama kita
tetap berkomitmen untuk mencapai target, kita akan kembali bersemangat. Koreksi: Jangan memulai bisnis
MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan
bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk
mencapai semua target? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut
tercapai.
7.Anda tidak belajar untuk sukses dan mandiri
Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan?
Cukup sederhana:
• Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah product of the products
• Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus
menerus untuk mensponsori distributor baru.
• Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara
online.
• Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut
di atas.
(ORIFLAME)
Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? Tanpa
mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda ,
sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka
waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan
bonus yang besar di organisasi Anda.
Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk,
Anda akan terus mendapatkan bonus. Produk adalah kunci utama apakah Anda
akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang
menentukan seberapa besar uang pensiun Anda tersebut).
Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana
memberikan presentasi, apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas
hidup bisnis MLM Anda. Bahkan pernah sewaktu menghadiri sebuah
presentasi MLM, seorang distributor mengeluh bahwa presentasi yang
dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi
banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat
menduga bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut.
Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor
tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan
untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk distributor yang sudah aktif. Bagi
seorang calon distributor, presentasi seperti apapun adalah BARU.
Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat
system dimana distributornya memberikan presentasi yang sama selama
bertahun-tahun. Anda bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon
yang sama. Puluhan kali. Ratusan kali, katanya. Hasilnya, bonus ratusan
juta perbulan dan puluhan ribu organisasi yang berkembang terus.
Koreksi:
kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi
produk sendiri, sponsori member baru (terus-menerus), dan duplikasikan
ke-2 hal tersebut kepada seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah
untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum
perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan
bagaimana memberikan presentasi yang efektif.
Nah, kini Anda bisa menganalisa
apakah Anda melakukan kesalahan klasik diatas? Anda bisa menyadari dan
mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN.
Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM seperti
layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah
merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.
good note ;) tambahan yaa hihi pilihlah bisnis
multilevel yang masuk akal dan transparan tidak pula mengandung unsur
money game dan produk yang dijual adalah produk yang repeat ordernya
tinggi dan kualitasnya bagus, cerdaslah memilih MLM. MLM memerlukan
waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan money game karena MLM lah
kerja keras yang sebenarnya, sementara money game bisa menddapatkan uang
cepat hanya karena uang anda diputar disitu2 saja makannya modalnya
besar.